1.
LARUM PALANGI adalah anak dari MUHAMMAD SYEK ALI YUSUF (Arab) dengan seeorang
wanita keturunan Cina yang bernama CHENGWI CHONGKUA (Nurcahyawati).
Larum Palangi datang dari tanah Arabia dengan 8 (delapan)
saudaranya dengan menggunakan perahu. Antara Lain :
a. Larum Palangi
b. Tironggo
c. Dolo Moko’o
d. Waage Engge
e. Wakaka
f. Waraputono
g. Sararasa
h. Roudin
i. Urodino
Sebelum 9 (sembilan) bersaudara tersebut berangkat oleh ayahanda mereka (Muhammad Syek Ali Yusuf), mereka diberi 1 (satu) piring yang kemudian piring tersebut dipecah menjadi sembilan bagian dan dibagi untuk 9 (sembilan) orang tersebut, siapa yang mendapat bagian pecahan piring paling besar maka dia yang berhak mendapat MAHKOTA. Dari 9 (sembilan) bersauda tersebut yang dapat bagian paling besar adalah Waage Engge, sedangkan yang lainnya mendapat. Selain itu mereka juga diberi pegangan berupa :
a. Larum Palangi diberi Tanah
b. Tironggo diberi Kayu
c. Dolo Moko'o diberi Akar
Pohon
d. Waage Engge diberi Batu
e. Wakaka diberi Batu Api
f. Waraputono diberi
Daun
g. Sararasa diberi Kayu yang
merambat
h. Sikembar Roudin dan Urodino
diberi Air
Setelah Larum Palangi
datang di Mekongga, langsung bertapa selama 40 tahun. Dalam pertapaannya
Larum Palangi bertemu dengan Pullah dan dijadikan murid oleh Pullah.
Selanjutnya Larum palangi menikahi beberapa wanita dari bangsa gaib dan manusia
dan mempunyai 149 anak dari ± 100 istri. Istri 1 s/d 89 adalah dari bangsa
gaib. Istri-istri tsb dinikahi dari hasil pertapaannya, karena pada saat
Larum Palangi datang ke Mekongga belum ada seorang manusiapun.
Istri ke 90 dan seterusnya adalah manusia. Larum
Palangi meninggal pada usia 197 tahun.
Ciri-ciri Larum Palangi
:
a. Tinggi sekitar 2
meter
b. Rambut lurus
panjang
c. Kumis tipis
terpisah
d. Wajah bersih halus
mirip perempuan
e. Kulit putih
f. Pada ubun-ubun terdapat garis kecil berbentuk ular
Kisah mengenai datangnya
LARUM PALANGI dengan saudaranya WEKOILA dengan mengendarai SARUNG SAKTI (Toloa
Sarungga) adalah kisah dari mulut kemulut yang berkembang dimasyarakat mekongga
dan sekitarnya yang tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan
WEKOILA bukanlah adik dari Laumpalangi, melainkan anak dari WAAGE ENGGE adik
dari Larum Palangi. WEKOILA akhirnya mendirikan KERAJAAN
TERNATE. Keberadaan Kerajaan Mekongga tidak ada hubungan darah
dengan KERAJAAN LUWU, karena Larum Palangi tidak dan bukan berasal dari Luwu. Kalau
kerajaan Mekongga pernah membantu kerajaan Luwu, jawabnya iya (pernah).
Pengucapan nama LARUMBALANGI yang selama ini terucap adalah salah karena arti dari Larumbalangi adalah BUDAK KECIL, Beliau Larum Palangi adalah seorang Raja Besar Kerajaan Mekongga, dan bukan budak kecil. Sekali lagi Larum Palangi bukan budak kecil, tetapi raja besar kerajaan Mekongga.
2.
ZUWA anak pertama dari Larum Palangi dengan KASORO NOTINGGO (Setan Batu) dari
bangsa gaib, Zuwa menikah dengan LOKONOMO dan mempunyai anak bernama
LADUMA. Laduma meninggal sekitar berumur 4 tahun, dan tidak pernah
menjadi raja. LELEMALA bukan LADUMA, Laduma bukan berarti Laki-laki
yang masuk islam pada hari Juma'at. Laduma tidak pernah
menerima bendera dari Datu Luwu (datu Alimuddin) dan kemudian masuk Islam dan
selanjutnya merubah namanya (mendapat julukan) SANGIA NIBANDERA (dewa yang
diberi bendera dan bendera pembawa kemenangan). Sekali lagi
penulis tegaskan bahwa bagaimana mungkin Laduma membantu datu Luwu untuk
berperang melawan kerajaan Soppeng, karena bantuannya akhirnya Luwu
menang dan kemudian datu luwu memberikan hadiah berupa bendera Merah Putih yang
bertuliskan huruf Al qur'an, binatang-binatang dan benda tajam, sedangkan
LADUMA sendiri meninggal pada usia 4 (empat) tahun. (Mohon dijadikan renungan).
Versi yang sekarang ini,
ayah dari LADUMA adalah TEPORAMBE dan ibunya WEHIYUKA.
Pertanyaan :
- Apakah ZUWA dan LOKONOMO adalah
orang sama dengan TEPORAMBE dan WEHIYUKA?
- Ada PERSAMAAN data
bahwa LADUMA disini adalah anak TUNGGAL.
- Apakah ada Laduma lain??
3. SANGGIA BENDERA anak ke 2
dari LARUM PALANGI, Sanggia banyak mengambil dan menyimpan benda PUSAKA milik
ayahnya. Sanggia dikutuk menjadi tanah oleh LARUM PALANGI karena mencoba
membunuh LARUM PALANGI (Ayahnya). Larum Palangi tidak pernah mengangkat
Sanggia Bendera menjadi raja, namun Sanggia Bendera yang mengangkat dirinya
menjadi RAJA. Sanggia Bendera menikah dengan GIRASA dan tidak mempunyai
keturunan (Anak). Anak Sanggia Bendera lewat pertapaan bernama ROGONOKU
(Karena mempunyai dua gigi didepan seperti kelinci). Anak tersebut
separuh JIN dan MANUSIA. Keyakinan serta kepercayaan dari
masyarakat Mekongga yang secara turun-temurun dan dari mulut kemulut yang
meyakini bahwa mereka masih keturunan Sanggia Bendera adalah tidak benar,
karena seperti yang penulis sampaikan diatas, bahwa Sanggia Bendera tidak
mempunyai keturunan/anak. Namun bagaimanapun juga Sanggia
Bendera adalah termasuk Leluhur dari masyarakat Mekongga.
Kutukan Larum Palangi
kepada Sanggia Bendera dapat dilihat di CAGAR BUDAYA atau Makam yang
dikeramatkan oleh penduduk Mekongga. Di dalam makam yang dikelilingi
pagar terdapat juga makam LARUM PALANGI dan ZUWA anak pertamanya, namun letak
Makam Larum Palangi dan Zuwa tidak diketahui oleh masyarakat Mekongga.
Pada kesempatan ini Penulis ingin menunjukkan letak makam Larum Palangi dan
Zuwa anaknya. Makam Larum Palangi tepat pada pohon yang berdiri
disebelah KANAN dari makam Sanggia Bendera. Tepatnya ± 2 Meter sebelah
KANAN dari NISAN Sanggia Bendera, dan disebelah kanan dari pohon tempat Makam
Larum Palangi terdapat tiang utama pintu gerbang untuk masuk kedalam Kerajaan
Mekongga, tiang yang lain terletak disisi kiri diluar Makam Sanggia Bendera
tepatnya di makam ibunda Ali Pote (Nanamo). Sedangkan makam ZUWA (anak ke
1 dari Larum Palangi/ Kakak dari Sanggia Bendera) terletak ± 15 Meter dari
pohon sebelah KIRI makam Sanggia Bendera, atau tepatnya dipinggir PAGAR sisi
sebelah KIRI dari NISAN Sanggia Bendera,
Sampai dengan tulisan ini kami buat, penduduk Mekongga masih mempercayai bahwa
LADUMA adalah SANGGIA BENDERA. Sebenarnya Laduma adalah CUCU dari Larum
Palangi dari anak lelakinya Zuwa, sedangkan Sanggia Bendera adalah anak ke 2
dari Larum Palangi.
Catatan :
* Ingat bahwa anak kedua dari Larum Palangi adalah SANGGIA BENDERA bukan SANGIA.
Sangia sendiri berarti KERAMAT/DEWA, dan
tidak ada lagi sangia-sangia yang lain seperti Sangia Larum Palangi, Sangia
Laduma, Sangia Nibandera dll.
** Sangat disayangkan Makam yang seharus dirawat dan dijaga serta dilestarikan
sebagai cagar budaya untuk pengetahuan bagi generasi selanjutnya (anak
cucu kita), bahwa didalam area makam tersebut terdapat Kerajaan Mekongga
yang moksa (hilang), serta terdapat Makam Raja Mekongga Anakia Larum Palangi,
istrinya Nanamo, dan anaknya Sanggia Bendera serta Zuwa, malahan makam tersebut
dijadikan tempat untuk meminta sesuatu hajad dan maksiat yang lainnya yang
penuh dengan kemusrikkan ... sungguh sangat ironis. Penulis mengatakan demikian karena penulis
pernah melihat beberapa sesajen di pohon besar samping kiri makam Sanggia
Bendera.
4. ALI POTE anak ke 3 dari Larum Palangi dengan istri yang ke 89 dari bangsa gaib yang bernama NANAMO (wujud aslinya seekor ular). Ali Pote (Setan Tanduk) menikah dengan SAWUWEPITA. Sawuwepita adalah wanita dari bangsa gaib dengan wujud aslinya seekor NAGA. Larum Palangi tidak menyetujui pernikahan Ali Pote dan Sawuwepita. Karena Larum Palangi menginginkan anaknya Ali Pote bisa menikah dengan anak manusia. Karena Ali Pote bersikeras untuk tetap menikahi Sawuwepita, maka dengan sumpah adat Larum Palangi mengutuk Ali Pote dan Sawuwepita menjadi burung LAMEKONGGA. Burung Lamekongga adalah seekor burung berkepala dua dengan kepalanya berbentuk NAGA. Burung Lamekongga bukan burung Konggaraha. Tiang utama Pintu Masuk ke KERAJAAN MEKONGGA terletak di sebelah KANAN makam Sanggia/diluar pagar dari makam Sanggia tepatnya terdapat makam ISTRI yang ke 89 dari LARUM PALANGI yang bernama NANAMO (ibunda dari ALI POTE).
5. Anak ke 4 dari Larum Palangi adalah PONGKU
6. Keturunan
selanjutnya yang menurunkan RAJA-RAJA MEKONGGA adalah RANGGAPO’U.
Ranggapo’u adalah anak dari Larum Palangi dengan istrinya yang ke 98.
Hasil pernikahan RANGGAPO’U dengan WAKA ANDE mempunyai
empat orang anak :
a. ZIDADA
(Laki laki)
b. SIKIRI
(Laki laki)
c. DOKUTO
atau WADUTO (Perempuan)
d. SILANDE (Laki laki) Sakti karena ilmu
yang dimilikinya dan sempat berguru ke tanah arab.
Versi yang ada sekarang
ini ayah dari SIKIRI adalah LADUMA (SANGIA NIBANDERA).
Sedangkan Laduma mempunyai Anak antara lain :
a. SIKIRI (Laki-laki)
b. SIPOLE (Laki-laki)
c. WAMINA/WAKUNDE (Perempuan)
d. LASANO (Laki-laki)
e. TALAGO (TALAGA)/HINUNGGA (Laki-laki)
Pertanyaan :
- Siapakah ISTRI dari LADUMA ? (dalam
versi ini) tidak ada data implisit.
- Apakah LADUMA dan RANGGAPO'U adalah
orang yang SAMA ?
- Memang ada kemiripan data mengenai anak dari RANGGAPO'U dan LADUMA ...
!
7. SIKIRI adalah CUCU dari
Larum Palangi. Sikiri menikah dengan ZOHODONA dan dikaruniai tiga
(3) orang putra yakni : PLUWU, LAPOTENDE dan ROBE (POBE). Sikiri diangkat
menjadi raja, tetapi selama menjadi raja Sikiri tidak bersikap adil, maka
Lapotende ditunjuk untuk menggantikannya. Ketiga anak Sikiri
masing masing diberi kerajaan oleh Kakek moyang mereka Larum Palangi.
Setelah SIKIRI meninggal, selanjutnya Kerajaan Mekongga dipimpin oleh LAPOTENDE
PULLAH. Sebenarnya PULLAH sudah ada sejak SIKIRI, namun baru hadir dalam
MIMPI-MIMPI Sikiri. Sejak ketiga anak Sikiri lahir dan dewasa,
kemudian marga PULLAH ditawarkan kepada ketiga anaknya (PALUWU,
LAPOTENDE dan ROBE/POBE ), dengan catatan bagi yang
tidak sanggup membawa nama PULLAH dibelakang namanya, maka orang atau anak
tersebut akan meninggal dunia. Dari ketiga anak Sikiri, yang sanggup dan
berani hanyalah LAPOTENDE. PULLAH sendiri sebenarnya adalah GURU Pertama
dari LARUM PALANGI, dan sangat DIHORMATI oleh Larum Palangi, sehingga Larum
Palangi menetapkan bahwa kerajaan Mekongga harus dipimpin oleh keturunannya
yang membawa MARGA PULLAH dibelakang namanya.
Catatan :
- Raja-raja Mekongga bergelar Anakia dan tidak ada gelar yang lainnya.
- Bokeo adalah raja kecil, Bokeo diberi kekuasaan untuk memerintah
diwilayah yang masih wilayah hukum dari Kerajaan Mekongga.
- Jabatan Bokeo tidak otomatis menurun kepada anaknya, jabatan Bokeo
dapat dijabat oleh keturunan yang lain, yang memenuhi persyaratan sesuai adat
dan tata cara pengangkatan yang berlaku di Mekongga. Salah satu pesyaratannya adalah masih
keturunan raja/bokeo.
Istilah BOKEO (buaya),
terakhir yang menyandangnya adalah BOKEO ROBE/POBE dan tidak diteruskan ke
keturunannya. Jadi setelah Bokeo Robe tidak ada lagi jabatan BOKEO
untuk keturunan selanjutnya.
Keturunan dari PALUWU tidak berlanjut, karena Paluwu tidak mempunyai keturunan/anak kandung. Keturunan Paluwu yang ada sekarang ini adalah anak angkatnya.
8.
LAPOTENDE adalah KSATRIA yang membunuh burung ELANG RAKSASA (KONGGARAHA) dengan
BAMBU KUNING. Kepercayaan masyarakat Mekongga yang menyakini
bahwa burung elang besar/raksasa yang sering memangsa manusia dan binatang
ternak dibunuh oleh LARUM PALANGI dan saudaranya WEKOILA adalah tidak benar.
Dari pernikahan LAPOTENDE dengan WEPITA, mereka karuniai tujuh (7) orang anak yakni : WETINONDO, MONGIWA, LAPALULU, LATUNGGALA, MARWA, PONGGORAHI DAN SITI NAUSO.
9.
SITI NAUSO. Siti Nauso adalah anak ketujuh dari
LAPOTENDE dan WEPITA. Walaupun Siti Nauso seorang perempuan, namun
karena dialah yang sanggup dan berani membawa serta menambahkan nama PULLAH
dibelakang namanya, maka beliau yang berhak menjadi RAJA MEKONGGA
selanjutnya.
Siti Nauso menikah dengan KONNA dan mempunyai seorang anak LAKI-LAKI yang diberi nama MUHAMMAD KONDI PULLAH.
10.
Raja Mekongga terakhir adalah MUHAMMAD KONDI PULLAH. Muhammad
Kondi Pullah, lahir dari ayah yang bernama KONNA dan ibu yang bernama SITI
NAUSO. Ayah dari Muhammad Kondi Pullah meninggal ketika Muhammad
Kondi Pullah berumur ± 2 tahun, dan ibunya meninggal ketika Muhammad Kondi
Pullah berumur ± 4 tahun. Sejak kecil Muhammad Kondi Pullah dan
sepupuhnya BAIA telah hidup yatim piatu dan diasuh oleh neneknya WEPITA.
Sebelum nenek Wepita meninggal beliau telah memberikan
beberapa pusaka turun temurun dari Anakia Larum Palangi, Lapotende hingga Siti
Nauso kepada Muhammad Kondi Pullah. Dan berpesan kepada beliau (Muhammad Kondi
Pullah) agar meninggalkan kampung halamannya.
Ketika Muhammad Kondi Pullah berumur ± 8 tahun neneknya meninggal
. Karena masih kecil dan belum dewasa dan hendak dibunuh oleh sepupunya, maka
beliau melarikan diri ke Makassar.
Muhammad Kondi Pullah
menikah dengan Waode Rasna, dan dikaruniai anak :
1. 1. SITTI PULLAH
2. 2. AZIS PULLAH
3. 3. AISAH PULLAH
4. 4. DWI APSAH PULLAH
5. 5. ASIAGA PULLAH
6. 6. ANNAS PULLAH
7. 7. ABAS PULLAH
8. 8. AMIR PULLAH
9. 9. AMILLAH PULLAH
1 10. ABIDIN PULLAH
11 11.AGUS ARIFIN PULLAH
12.ARIEF PULLAH
13. AIDUL FITRI ANWAR PULLAH
14.ADINNA PULLAH
15.ATIKA PULLAH
Anak ke-5 dari Muhammad Kondi Pullah (MK Pullah) adalah anak angkat yang sudah
diminta sejak dalam kandungan dan dengan keputusan Pengadilan Negeri
Ambon. Selain itu adalah anak kandung.
- Kisah-kisah diatas masih berlanjut .. !
maaf saya baru baca awalnya saja... sudah terlihat banyak hal yg aneh di dalam cerita dongeng anda ini ???!!!!
BalasHapusanda sebutkan... "LARUM PALANGI adalah anak dari MUHAMMAD SYEK ALI YUSUF (Arab) dengan seeorang wanita keturunan Cina yang bernama CHENGWI CHONGKUA (Nurcahyawati)".... sepangjang yg saya pelajari dari seluruh sejarah nusantara adalah... semua putra-putri dari para SYEK yg datang ke Indonesia selalu diberi nama-nama Muslim... aneh juga kalau kemudian anak dari MUHAMMAD SYEK ALI YUSUF (Arab) diberi nama LARUM PALANGI.
anda mengatakan.... "Larum Palangi bertapa selama 40 tahun dan akhirnya menikah serta mempunyai 149 anak dari ± 100 istri. Istri 1 s/d 89 adalah dari bangsa JIN. Istri-istri tsb dinikahi dari hasil pertapaannya, karena pada saat Larum Palangi datang ke Mekongga belum ada seorang manusiapun".... hahahahaaaa.... wkwkwkwkkkkk... anda pasti sedang mimpi kali saat menulis dongeng ini !!!
tadi di awal anda tuliskan... "LARUM PALANGI adalah anak dari MUHAMMAD SYEK ALI YUSUF (Arab)"... artinya ayah dari Larum Palangi itu adalah seorang Muslim... lihat saja dari namanya.."MUHAMMAD SYEK ALI YUSUF".... berarti keberadaan Larum Palangi itu adalah setelah adanya ISLAM... sementara keberadaan manusia di seluruh bumi nusantara ini (termasuk di sulawesi tenggara) sudah ada jauh sebelum Agama Islam itu ada !!!
Lalu dengan demikian bagaimana mungkin anda mengatakan... "pada saat Larum Palangi datang ke Mekongga belum ada seorang manusiapun"..... hahahahaaaa.... wkwkwkwkkkkk...
pak abbas anda itu lucu... pingin jadi raja yahhh ??? ceritanya jangan berdasarkan dongeng dong... pakai surat perintah aja pak ??? siap komandan !!! huahuahuahaaaa..... wkwkwkwkkkkkkk
Terima kasih atas comment anda (Mas Adam Yth) .. Dalam menulis tulisan ini dan yang lainnya, saya dalam keadaan sadar dan tidak sedang dalam bermimpi, begitulah adanya data yang saya terima dari orang tua saya, dan terus keatas sampai ke kakek saya dan bahkan leluhur saya ... !
Hapus1. Kalau anda seorang muslim coba anda baca lagi peristiwa ISRA dan MI'RAJ. Sewaktu Nabi Muhammad SAW menceritakan kejadian yang dialami beliau kepada Kaum Quraisy bahwa beliau baru saja melakukan perjalanan fisik dan jiwanya ke SIDRATUL MUNTAHA, apa kata kaum Quraisy "Muhammad Gila" bahkan bermimpi disiang Bolong ... Alhamdulillah Allah SWT menunjukkan kebesarannya, kini apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW telah TERBUKTI dengan adanya pesawat ULANG-ALIK ke bulan, planet2 lain dan satu benua ke benua lain ... ! Apakah Nabi Muhammad BERMIMPI pada saat itu ... ??!
2. Bumi Nusantara ini luas ... mas Adam, bahkan sampai sekarang (di abad 20 Masehi) saja masih ada pulau-pulau yang masih kosong dan bahkan belum ada penduduknya sama sekali. Coba anda berpikir lagi gimana yach bumi Nusantara ini di Abad 12 masehi, (bagaimana juga dengan Mekongga saat itu .. ???)
3. Mas Adam yth ... Dalam tulisan saya, saya tidak pernah mengatakan bahwa Larum Palangi datang ke Mekongga sebelum adanya Islam, coba anda baca lagi dengan cermat ... !
4. Mengenai sebutan nama LARUM PALANGI dan yang lainnya begitulah yang saya terima dari orang tua saya. Apakah anda telah membaca semua data mengenai kerajaan-kerajaan Nusantara paska runtuhnya Majapahit ... ??? Coba anda renungkan karena semua kejadian yang terjadi dibumi ini tidak ada yang aneh dan mustahil apalagi sia-sia bagi Allah, semua tentu terjadi karena kehendak ALLAH SWT.
5. Sebagai seorang Intelektual segala perbedaan dll harus kita hargai sebagai masukkan bagi kita, selanjutnya kita ambil perbedaan itu dan kita buktikan kebenarannya secara akademis/Ilmiah, terbukti atau tidak ???!!!. Mungkin ini lebih bijak daripada kita mencaci dan lain sebagainya.
6. Terima kasih atas commentnya Mas Adam .. ? saya tunggu comment-commentnya yang lain ...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus1. Kang Abbas !!! yg waras lah, jangan mimpi !!! masak anda membandingkan dongeng anda ini sama dengan peristiwa ISRA dan MI'RAJ Nabi Muhammad SAW... heheheee.... anda bukan nabi kan..???!!!!
Hapus2. Pak Abbas !!! jangankan abad 12 masehi, bahkan fosil manusia prasejarah saja ada yg ditemukan di bumi nusantara ini... apalagi abad ke 12.... anda belajar sejarah nusantara di mana ??? sadar gak, kalau budaya kita sehari-hari sekarang ini banyak yang dipengaruhi oleh budaya hindu-budha... dan budaya itu juga mencapai sulawesi... budaya hindu masuk mulai abad ke 3, kemudian datang budaya budha abad ke 7... jauh sebelum abad ke 12 sudah ada manusia di wilayah itu.
bahkan sebelum hindu masuk (sebelum abad ke-3)... sudah ada budaya tolaki maupun mekongga kuno... ada sisa2 (bukti) peninggalan mereka.... pemujaan roh-roh (animisme) serta benda-benda keramat (dinamisme)... sampai sekarang kan masih ada sisa2 nya... lihat lah lingkungan sekitar anda !!! bangun lah .... jangan mimpi !!!
3. bung Abbas.... BACA TULISAN SAYA sekali lagi supaya anda paham maksudnya....!!!
TULISAN YANG ANDA BUAT INI TIDA ADA BUKTI DAN KEBENARAN SAMA SEKALI,KALAU MEMANG ANDA MEMPUNYAI BENDA-BENDA ADAT YANG SEPERTI ANDA SEBUTKAN DIATAS, KENAPA ANDA TIDAK MENAMPILKAN DALAM FOTO ATAU APA SAJA SEBAGAI BUKTI KELUARGA ANDA MEMEGANGNYA. SAYA JUGA DARI MEKONGGA ASLI, ANDA MENULISKAN SEJARAH YANG PENUH KEBOHONGAN.
BalasHapuscerita aneh.... ayah keturunan arab n ibu keturunan china, tp nama2 anak sedikitpun tdk ada yang nyambung. dimana2 tu dinusantara ini,orang arab aslitu, pasti akn menamakan keturunannya dgn nama arab pula. cerita di atas seperti dongeng. sy mau tanya sm yg buat cerita diats, dimana situs kerajaan mekongga skrng???
BalasHapusKepada saudara-saudara yang terhormat,
BalasHapusMengenai nama Larumpalangi mengapa tidak mengikuti nama Arab maupun nama Cina dari orangtuanya ? Jawabannya sungguh simpel. Nama yang digunakan adalah nama daerahnya karena beliau hidup di daerah tertentu dan masyarakat memanggilnya dengan sebutan daerahnya.
Sama seperti Ratu Wa Kaa Kaa yang agung telah menganut islam sebagai agamanya namun dikenal dengan nama Wa Kaa Kaa. Mengapa ? Itu nama daerah yang diberikan kepada beliau.
Memang dimana kebenaran dinyatakan, disana pertentangan ada.
Tapi jika kita sebagai orang-orang yang beradab dapat menenangkan diri dan memohon pencereahan segala sesuatu, alhasil kebenaran akan tersingkapkan untuk kita semua.
ini contoh orang yang mengeti sejarah
HapusMaaf permisi yah. Numpang lewat, inti dari pembahasan artikel tidak diatas tidak kuat kebenarannya sebab sumbernya dari ORANGTUA si penulis dan kakeknya,dan saya hadir disini cuman ingin mengklarifikasi bahwa mekongga, konawe, luwu, dan ternate bersaudara, sebagai contoh kecil silahkan anda lihat LONTAR KONAWE,MEKONGGA,LUWU serta TERNATE terdapat nama yang sama dan itu bukan secara kebetulan saja,
BalasHapusZ tambahkan sebagai bahan kajian tentang BOKEO,nama bokeo bukan hanya bokeo robe, tapo ada BOKEO WILA, BOKEO MEETO, dan masih banyak lagi...
Dan sebagai penutup jika anda menegetahui sejarah dari 1 sumber saja, maka info yang ada ketahui masih kurang akurat, trima kasih, mohon diterima
Hehe, cerita darimana tuh, saya baru dengar, kalau ternyata sejarah ini turun temurun dari orang tua, pasti banyak yg tau, tapi saya belum pernah juga! Dengar Orang tua cerita tentang Larumpalangi versi non akademis sep ini....
BalasHapusHehe, cerita darimana tuh, saya baru dengar, kalau ternyata sejarah ini turun temurun dari orang tua, pasti banyak yg tau, tapi saya belum pernah juga! Dengar Orang tua cerita tentang Larumpalangi versi non akademis sep ini....
BalasHapussumbernya di peroleh dari mana, sehingga cerita di atas seperti legenda-legenda dalam film-film, yang penuh dengan cerita fiktif.
BalasHapusJawaban saya ttg ini semua sudah saya jawab pada tulisan saya yang lain. Satu kebenaran sekecil apapan harus anda sampaikan dan tidak perlu anda menunggu jawaban orang untuk mengakui kebenaran itu.
BalasHapus